ORANG JEPANG BEGITU MENGHARGAI KEJUJURAN

Suatu hari istri saya pernah mengajak saya untuk mengevaluasi pengeluaran bulanan kami, secara khusus pengeluaran untuk pos jalan-jalan keluarga. Bukan berarti selama ini kami tidak memiliki Anggaran belanja keluarga, tetapi karena kami ternyata keasikan menikmati fasilitas jalan-jalan murah dengan menggunakan tiket one day pass yang dikeluarkan oleh perusahaan bus di Jepang. Kami jadi lebih sering menggunakan bus dibandingkan waktu-waktu sebelumnya ketika kami belum mengetahui tentang keberadaan tiket jenis tersebut.

Kembali ke permasalahan yang terkait dengan judul tulisan ini. Saya mengambil kesimpulan seperti itu ( mungkin terlalu dini ) berdasarkan pengalaman yang pernah saya dan keluarga alami. Di salah satu akhir pekan, seperti akhir-akhir pekan lainnya saya sekeluarga ingin menikmati jalan-jalan di Jepang dengan menggunakan bus. Dan seperti biasa pula seperti yang telah menjadi kesepakatan dan tekad kami sekeluarga bahwa untuk kegiatan jalan-jalan tersebut kami akan memanfaatkan one day pass ticket yang di Jepang disebut dengan ichi nichi kippu ( ichi = 1, nichi = hari, kippu = ticket ). Yaa tekad ini sepertinya telah mendarah daging di dalam keluarga kami sehingga anak pertama dan kedua saya sudah sangat hapal dan terbiasa menyebutkan ichi nichi kippu tersebut. Pokoknya jika ingat jalan-jalan maka merekapun akan ingat ichi nichi kippu. Sedikit meriview bahwa ada dua jenis ichi nichi kippu yang sering kami gunakan, yakni ichi nichi kippu biasa dan inchi nichi kippu untuk keluarga. Jika jenis pertama satu tiket hanya berlaku untuk satu orang, sedangkan yang kedua bisa dipakai untuk satu keluarga ( tiga orang yang sudah diharuskan bayar tiket alias usia sekolah dasar ke atas ). Kalau yang pertama harga dewasanya 500 yen dan anak-anak separuhnya, maka tiket jenis kedua untuk satu lembarnya beharga 600 yen. Tentu saja jenis kedua menjadi pilihan utama dan favorit kami walaupun jenis pertamapun cukup sering kami gunakan mengingat bus yang mengeluarkan tiket keluarga tadi tidak menjangkau semua kawasan.

Ketika itu kami menggunakan bus yang mengeluarkan tiket keluarga. Segera setelah menaiki bus saya menyamapaikan maksud saya kepada supir bus untuk membeli tiket keluarga tersebut. Tapi sayang pada saat itu supir bus tersebut sedang kehabisan tiket jenis itu. Karena sebelumnya saya tidak pernah mengalami kejadian seperti itu, maka yang ada dalam benak saya pada waktu itu adalah saya harus membeli tiket normal untuk masing-masing anggota keluarga saya dan ini berarti ongkos jalan-jalan hari itu menjadi lebih mahal dari yang sudah diprediksi. Tetatapi supir bus tadi segera memberi tahu kami bahwa kami bisa membeli tiket pada bus berikutnya dan kami segera dipersilahkan untuk duduk dengan tidak melakukan pembayaran pada bus itu. Ada perasaan kurang enak juga rasanya karena naik bus tapi tidak bayar. Tetapi setelah difikir-fikir bawa saya akan tetap membeli tiket pada bus berikutnya dan itu artinya perusahaan bus tersebut juga akan mendapatkan jumlah uang yang sama dari saya, maka perasaan tidak enak tersebut segera menghilang. Dan memang sesuai dengan tekad kami, bahwa kami akan membeli tiket pada bus berikut dari perusahaan bus yang sama sehingga perusahaan bus tadi juga tidak kami rugikan.

Kejadian itu sempat menjadi bahan diskusi kecil kami selama diperjalanan. Kami menjadi lebih terpesona dengan apa yang diperlihatkan oleh sikap orang Jepang yang dalam hal ini diwakili oleh sopir bus.  Sopir bus tadi begitu percaya kepada kami bahwa kami akan membeli tiket di bus perusaannya, padahal kan seandainya kami waktu itu tidak melakukan hal tersebut dan membeli tiket di bus perusahaan lain, dia juga tidak akan tahu dan tentunya perusaan bus tadi akan rugi.  Kejadian itu membuat kami berfikir bahwa betapa orang Jepang begitu menghargai kejujuran. Kejadian sejenis tidak hanya sekali kami alami. Kamipun pernah mengalami kejadian lainnya di bus perusahaan yang lain.

 

 

3 Tanggapan to “ORANG JEPANG BEGITU MENGHARGAI KEJUJURAN”

  1. Info yang baru & menarik nih. Boleh nanya ya…. Ichi nichi kippu yg utk family namanya apakah kazoku no ichi nichi kippu ? Kalau utk berempat (3 dewasa & 1 usia SD) hitungan & ketentuan pembeliannya bagaimana ? Apakah Tokyo bus & Toei bus juga menjual kippu utk family ? Arigatou gozaimasu.

    • Biasanya saya bilang ke sopirnya kazoku no kippu/ atau kalau mau disebut kazoku no ichi nichi kippu saya rasa sopir juga akan mengerti. Dalam aturan yang ada di tiket tersebut ( tertulis dalam bahasa kanji dan untuk menterjemahkannya saya dibantu oleh sensei bahasa Jepang saya ), disebutkan bahwa tiket tersebut berlaku untuk 3 orang ( tiga orang yang telah dikenakan kewajiban membayar tiket yakni usia mulai sekolah dasar ke atas ). Sehingga untuk kasus seperti Mak Dewi berarti ada empat orang yang kena kewajiban membeli tiket, sehingga menurut saya orang yang satu lagi bisa membeli ichi nichi kippu yang biasa. Untuk bus kawasaki city, tiket ichi nichi kippu yang biasa tidak dijual langsung oleh sopir tapi di kantornya. Untuk nyamannya saya rasa membeli 2 tiket kazoku juga tidak masalah, masih sangat ekonomis karena bedanya hanya 200 yen ( 600 terhadap 400 ). Kebetulan saya sering naik tokyu bus tetapi mereka hanya menjual ichi nichi kippu biasa ( 500 yen dewasa, anak-anak 250 yen ). Untuk toei bus saya rasa sama dengan tokyu bus tapi toei bus juga punya paket include dengan kereta api toei. Tks yaa atas visitingnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: