JEPANG NEGERI SEJUTA TOKO RECYCLE ( BARANG SECOND )

Saya jadi teringat akan kecemasan yang saya alami sekitar dua tahun lalu, tepatnya beberapa saat sebelum keberangkatan ke negeri yang diterpa Tsunami hebat pada Maret lalu ini. Saya cemas dengan tingginya biaya hidup diTokyo. Dan salah satu cara yang saya tempuh untuk menghadapinya waktu itu adalah dengan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan sebisa mungkin dariJakarta. Jadilah istri tercinta menjadi sangat sibuk mempersiapkan segalanya, mulai dari pakaian, peralatan masak dan lain sebagainya. Sebetulnya salah seorang teman yang telah lebih dulu berangkat setahun sebelumnya sudah mengingatkan saya agar tidak perlu membawa terlalu banyak pakaian karena cukup mudah mendapatkan pakaian di Jepang. Tetapi tetap saja sulit menghalau rasa cemas tersebut dari hati.

 

Walaupun sudah berusaha untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dari beberapa teman di Jepang, tetap saja ada saja informasi yang terlewatkan. Walhasil saya tidak bisa menggunakan peralatan listrik yang saya bawa dariJakartaseperti rice cooker, setrika, dan blender yang disebabkan perbedaan tegangan listrik antara Jepang denganIndonesia. Padahal sang istri telah susah payah membelinya di PasarJakarta. Yaa Tegangan listrik di Jepang 110 V dibanding Indonsia yang 220 V. Untuk urusan pakaian memang sedari awal sudah direncankan untuk mengupayakan pakaian musim dingin di Jepang karena memang pakaian musin dingin yang tebal akan menyita koper bawaan.

 

 

Pada minggu pertama saya diajak oleh dua orang teman yang telah lebih dulu mengenal Jepang untuk berbelanja pakaian dingin seperti baju sweater dan jaket di salah satu toko second hand di daerah dekat pasar Okachimachi. Harga baju sweater layak pakai sekitar 300 sampai 500 yen. Setelah berbelanja di toko tersebut barulah hati saya agak tenang karena ternyata untuk urusan pakaian tidak menjadi masalah di Jepang asalkan kita tidak merasa keberatan untuk mengenakan pakaian second hand. Dan seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak toko-toko yang menjual barang-barang second hand yang sangat layak pakai atau bahkan bisa dibilang masih baru yang saya temukan di Jepang. Sehingga sampai sekarang saya menjadi seorang yang sangat hobi mengunjungi toko-toko second hand. Kunjungan ke toko second hand tidak mesti untuk berbelanja melainkan, tetapi terkadang hanya untuk melihat-lihat berbagai macam barang yang sangat beraneka ragamnya.

 

Beberapa toko second hand yang pernah saya kunjungi antara lain

 

  1. Hard OFF (www.hardoff.co.jp ), merupakan jaringan toko barang-barang second yang sudah dikelola secara professional.. Untuk mengunjungi websitenya tinggal dengan mudah menggunakan kata kunci Hard Off di mesin pencari google. Barang-barang yang dijual sangat bervariasi. Mulai dari pakaian, perlengkapan rumah tangga, sepeda, perlengkapan olah raga, musik, dan lain-lain. Dari yang tidak bermerek sampai yang bermerek.
  2. Treasure Factory ( www.treasure-f.com ), sejenis dengan Hard Off..
  3. Gorilla, saya baru sekali mengunjungi outlet toko ini. Tapi sepertinya juga mirip dengan Hard off dan Treasure factory, tetapi dari toko yang saya kunjungi sepertinya tidak sebesar kedua toko second sebelumnya
  4. Toko-toko second hand yang dimiliki oleh perorangan. Dari pengalaman saya, cukup banyak jumlahnya.
  5. Pasar free market. Merupakan pasar yang biasanya buka pada hari Sabtu atau Minggu atau pada momen tertentu. Banyak masyarakat yang menjual barang-barang milik mereka yang masih layak. Jumlah stand bervariasi bisa puluhan sampai ratusan.

 

Jadi selamat berburu di toko recycle Jepang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: