Salju lebih awal menghujani Tokyo di tahun 2012 ini.

Salju lebih awal menghujaniTokyodi tahun 2012 ini.

            Musim dingin kali ini sangat spesial bagi saya. Spesial karena saya menjalani hari-hari dengan suhu rata-rata di bawah 5 derajat celcius ini tidak sendiri lagi, ada orang-orang tercinta yang selalu bersama-sama saya.Adaistri dan ketiga buah hati kami yang selalu mengisi hari-hari kami dengan segenap keceriaan mereka. Yaa, bagi mereka, musim dingin ini merupakan musim dingin pertama mereka. Musim terakhir yang baru bagi mereka setelah kedatangan mereka di awal musim semi sebelumnya.

           Adahal yang sangat mereka tunggu-tunggu di musim yang oleh warga Jepang disebut fuyu ini. Apalagi kalau bukan salju. Yaa, salju menjadi sesuatu yang sangat asing bagi mereka yang selama ini tinggal di negeri beriklim tropis dimana salju menjadi sesuatu yang mustahil turun, meskipun salju tersebut juga bisa dijumpai di puncak gunung tertinggi di Papua. Hal ini membuat waktu turunnya salju menjadi saat yang menjadi penantian mereka dan sering menjadi bahan obrolan kami. Suatu ketika saya mencoba membuka blog yang pernah saya tulis tentang salnu tahun lalu. Dari bolg tersebut saya ketahui bahwa salju turun di bumiTokyodan sekitarnya di bulan Februari. Tepatnya di Minggu kedua sementara tahun sebelumnya sedikit lebih awal yakni pada minggu pertama bulan yang sama. Aga masa-masa penantian kami agak sedikit terarah, informasi ini saya sampaikan kepada anak dan istri saya. Saya sampaikan kepada mereka bahwa berdasarkan pengalaman saya dalam dua tahun sebelumnya, salju turun di bulan Februari.

            Banyak yang bilang bahwa udara di winter tahun ini lebih dingin disbandingkan tahun lalu. Sayapun merasakan hal yang sama. Apakah dinginnya udara ini merupakan tanda bahwa salju akan lebih banyak turun disbanding tahun lalu?. Di Jum’at pagi tanggal 19 Januari, ketika kami sedang bersiap memulai kegiatan hari itu. Ketika anak-saya yang duduk di kelas satu bersiap untuk berangkat sekolah, istri saya menyempatkan untuk melihat situasi di luar lewat jendela rumah. Betapa terkejutnya istri saya ketika itu, dia terkejut melihat salju yang sedang turun di luar. Kak, salju kak, kata istri saya. Kamipun segera berlari ke tempat ia berdiri, dan ternyata salju memang sedang turun mengguyur bumi. Sontak saja, saya segera membangunkan anak kedua kami yang tengah tertidur. Yaa, karena belum bersekolah, anak laki-laki pertama kami tersebut biasanya bangun lebih siang. Tapi pagi itu mendengar saya membangunkannya karena salju, dia langsung terbangun dan berlari untuk melihat salaju. Terdorong rasa ingin memberikan pengalaman baru kepada anak-anak, saya mengajak anak laki-laki saya untuk bersma-sama mengantarkan kakaknya ke sekolah sambil berpayung ria di tengah guyuran salju yang tidak begitu lebat.

            Walau tidak lebat, tetapi tetap saja dapat membuat anak-anak saya bergembira. Mereka gembira karena akhirnya mereka dapat merasakan salju secara langsung. Salju yang selama ini hanya mereka  tahu dari bacaan atau cerita-cerita saya. Dan tentu saja saya tidak lupa mengabadikan kenangan indah tersebut dalam foto. Yaa, ternyata salju tahun ini turun jauh lebih awal dari tahun sebelumnya ( tiga minggu lebih ).

           

           

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: